Dehidrasi, Pengertian, Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

2022-12-07 21:06:10 Thahirudin

Dehidrasi adalah kondisi ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh tidak berfungsi secara normal.

Tubuh memiliki kandungan air sebanyak 55–80 persen dari total berat badan. Air dalam tubuh berperan untuk membantu kerja sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, menjaga suhu tubuh, dan melumasi sendi.

Sayangnya, dehidrasi kerap dianggap sebagai rasa haus yang normal. Padahal, apabila tidak ditangani dengan tepat, dehidrasi dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius, misalnya hipovolemia. Saat kondisi ini terjadi, air yang berada dalam aliran darah ditarik keluar oleh jaringan tubuh sebagai bentuk upaya agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Apabila tetap dibiarkan, hal ini bisa berujung pada syok dan kehilangan nyawa.

Gejala dan Penyebab

Beberapa tanda awal seseorang mengalami dehidrasi adalah haus, mulut dan kulit kering, jarang buang air kecil, serta urine yang berwarna lebih gelap dan berbau lebih kuat. Sedangkan gejala awal dehidrasi pada bayi antara lain sedikit atau tidak keluarnya air mata ketika menangis, mulut kering, dan popok tetap kering setelah beberapa jam.

Salah satu kondisi yang berisiko menyebabkan dehidrasi adalah diare. Selain itu, dehidrasi juga dapat terjadi saat seseorang muntah, berkemih secara berlebihan akibat menderita penyakit, atau berkeringat berlebihan akibat berolahraga di cuaca panas.

Pencegahan dan Pengobatan

Dehidrasi ringan bisa diatasi dengan banyak minum, baik itu air putih, air mineral, jus buah yang diencerkan, maupun infused water. Penderita juga dapat mengonsumsi berbagai pilihan makanan untuk mengatasi dehidrasi. Sementara pada penderita dehidrasi berat, penanganan harus diberikan di rumah sakit.

Dehidrasi dapat dicegah dengan menjaga asupan cairan, terutama bila mengalami muntah, diare, atau berkeringat berlebihan, baik setelah melakukan aktivitas berat maupun akibat cuaca panas.

Pengobatan dehidrasi bertujuan mengganti mineral dan cairan tubuh yang hilang. Cara paling mudah tentunya dengan mengonsumsi lebih banyak air mineral atau jus buah dengan konsistensi yang encer. Selain itu, pengidap turut dibolehkan mengonsumsi minuman dengan rasa manis untuk membantu menggantikan gula yang hilang atau camilan dengan rasa asin guna membantu menggantikan natrium atau garam dalam tubuh. 

Saat kamu mengalami dehidrasi, tubuh tidak hanya kehilangan cairan, tetapi juga gula dan garam. Mengonsumsi oralit juga bisa membantu mengembalikan kadar keseimbangan mineral tersebut. Akan tetapi, kamu tetap harus bertanya terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi oralit. 

Apabila dehidrasi terjadi karena diare, sebaiknya kamu tidak mengonsumsi jus buah, minuman berkafein, dan bersoda. Sebaliknya, ganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang dengan mengonsumsi minuman elektrolit atau isotonik. 

Share:

Kategori
Komentar
Tulis Komentar
Kolom Komentar
Penulis
Thahirudin

Saya adalah Thahirudin. Saya adalah Mahasiswa dari Universitas terfavorit di Provinsi Riau yaitu Universitas Muhammadiyah Riau.